Topik-News.com
Minahasa – Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si, membuka secara resmi Focus Group Discussion (FGD) Pemutakhiran Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP) Mapalus Minahasa Langowan Barat yang digelar di Hotel Yama Resort Tondano, Kamis (4/12/25).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan pembangunan kawasan perdesaan di Minahasa. Potensi sumber daya yang besar dan strategis di kawasan perdesaan, termasuk di Kecamatan Langowan Barat, diyakini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca juga: Pakta Integritas: Fondasi Antikorupsi di Minahasa
Pemerintah daerah telah menetapkan 16 desa di Kecamatan Langowan Barat sebagai lokus pembangunan kawasan perdesaan yang dikenal sebagai Kawasan Mapalus. Kawasan ini kini ditetapkan sebagai salah satu dari 30 Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029.

Kawasan Mapalus Langowan Barat, yang merupakan kawasan agropolitan, memiliki potensi pertanian holtikultura, tanaman pangan, dan pariwisata. Secara regulasi, Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 5 Tahun 2016 turut membuka peluang bagi pengembangan kawasan perdesaan.
Pemerintah Kabupaten Minahasa berharap pemutakhiran RPKP melalui FGD ini dapat menghasilkan dokumen perencanaan yang komprehensif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Tujuannya adalah untuk mempercepat pembangunan Kawasan Mapalus sebagai kawasan unggulan di tingkat nasional dalam upaya pengembangan ekonomi berbasis perdesaan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan.



