
MINAHASA — Perubahan APBD 2026 ditegaskan bukan sekadar reposisi angka, melainkan momentum mengubah anggaran menjadi kerja nyata dan manfaat konkret bagi masyarakat. Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP, menegaskan setiap rupiah harus memiliki jejak manfaat melalui program yang tepat sasaran, terukur, dan menyentuh kebutuhan rakyat.

Baca juga: KUNCI KENDALI ASET, BUPATI ROBBY; RODA PEMERINTAHAN HARUS BERGERAK UNTUK RAKYAT
Pesan tersebut disampaikan Robby dalam Rapat Paripurna DPRD Minahasa, Senin (14/9/2026). Ia menekankan agar perubahan anggaran tidak berhenti sebagai perubahan administrasi, tetapi menjadi instrumen akselerasi pembangunan, penguatan pelayanan publik, dan penggerak kesejahteraan masyarakat.
Di sisi legislatif, Ketua DPRD Minahasa Frangky Wolayan, SE, memimpin jalannya pembahasan bersama jajaran pimpinan DPRD. Sinergi eksekutif-legislatif menjadi poros konsolidasi fiskal daerah, memastikan setiap kebijakan anggaran memiliki arah, disiplin, integritas, serta output yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Dengan semangat kolaborasi lintas pemerintahan dan seluruh elemen masyarakat, Perubahan APBD 2026 diarahkan menjadi mesin kebijakan yang mengubah angka menjadi karya dan anggaran menjadi kesejahteraan, sekaligus memperkuat langkah menuju visi Minahasa sebagai Daerah Pariwisata yang Maju dan Sejahtera.
Baca juga: Vanda Sarundajang Kencangkan “Pagar Integritas”, MCSP-RBS Jadi Benteng Pengawasan Pemkab Minahasa
★Vev@



