Topik News
Minahasa – Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, menekankan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai cermin martabat bangsa. Ia menyampaikan hal ini saat menghadiri Konsolidasi Daerah Pembinaan Lembaga dalam Penggunaan Bahasa Negara di Novotel Convention Center Manado.
Dr. Lynda menyoroti penurunan penggunaan bahasa Indonesia di kalangan generasi muda. Berdasarkan data, generasi boomer masih menjadi pengguna utama bahasa Indonesia yang baik, namun di kalangan milenial dan gen Z, terjadi penurunan signifikan. Ini menjadi tantangan serius karena menyentuh usia produktif bangsa.

Pemerintah Kabupaten Minahasa telah menetapkan sejumlah kebijakan strategis untuk meningkatkan penggunaan bahasa Indonesia, termasuk:
– Pengawasan Penggunaan Bahasa di Sekolah: Meningkatkan pengawasan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di sekolah.
– Penyelenggaraan Lomba Kebahasaan: Mengadakan lomba kebahasaan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia siswa.
– Pembukaan Formasi Baru Guru Bahasa Indonesia: Membuka formasi baru guru Bahasa Indonesia pada penerimaan CPNS mendatang.
Minahasa menjadi kabupaten pertama di Sulawesi Utara yang menyelenggarakan Festival Tunas Bahasa Ibu, sebagai bukti nyata komitmen daerah dalam pelestarian bahasa daerah sekaligus penguatan bahasa nasional. Pemerintah kabupaten berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan Daerah untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia siswa melalui kegiatan seperti lomba “Anak Bertutur” dan kunjungan siswa ke perpustakaan.
Baca juga: Peringingatan Hari Jadi Minahasa ke-597: Kesederhanaan yang Bermakna

Kadis Pendidikan Hansje Tommy Wuwungan memaparkan tiga arah kebijakan Pemkab Minahasa, yakni menjadikan sekolah sebagai pusat pelestarian bahasa, memperkuat sinergi lintas instansi, serta meningkatkan kapasitas guru Bahasa Indonesia. Dengan sinergi ini, diharapkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat meningkat di kalangan masyarakat.
Dr. Lynda menekankan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam melestarikan bahasa Indonesia. Perlu peran aktif dari guru, tokoh masyarakat, dan pelajar untuk menjaga bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa. Mari bersama meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia untuk kemajuan bangsa.
[Artis.G]




